Dari Santri " Memelihara tradisi Lama Yang Toleransi Dan Mengadopsi Masa Kini Yang Lebih Rapi"
Ilmu Tanpa Agama Buta, Agama Tanpa Ilmu Pengetahuan Pincang
« »

BMT-MMU Sidogiri Jatim Cabang Kedawung

Mimpi Merajut Dirham Di Persimpang harapan,
Membangun Optimisme.

Pada dasarnya yang terjadi pada keuangan mikro syari’ah tidak jauh beda dengan sistem konfensional dalam hal menanamkan sebuah kepercayaan pada nasabah, akan tetapi ada pembeda yang sangat melebar, adapun perbedaan yang terjadi yaitu pada tataran prilaku produk yang ditawarkan, dan syistem yang dijalankan. Selayang pandang koperasi BMT-MMU Sidogiri Jatim dari pertama pendiriannya tidak terbayang bahwa koperasi tersebut akan mempunyai aset yang sangat mengejutkan, yang di inginkan dari para pendiri hanya bagaimana ekonomi mikro kedepan berjalan sesuai dengan prinsip syari’ah, karena dari dan prilaku ekonomi masyarakat pedagang kecil di pasar-pasar tradisional cendrung mendapatkan modal dari praktek ribawi, yang selalu menerapkan transaksi sistem bunga (rentenir)

Ada beberapa argumen mengapa kita perlu merajut optimisme memmbangun sistem ekonomi mikro syari’ah. Pertama, bangsa ini termasuk penduduk beragama Islam terbesar dunia dan mayoritas hidup di pedesaan. yang memiliki komitmen luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi pedesaan, bukan sekadar teori fiqiyah saja, akan tetapi bagaimana cara kita agar bisa mengimplementasikannya. Realitas historis dari masyarkat desa merupakan aset untuk merajut harapan bahwa mimpi akan tewujut dan dapat melahirkan optimis di masa depan. Kedua, meski ada tarik-ulur kepentingan akan tetapi untuk BMT-MMU Sidogiri Jatim relatif tidak berdampak. Banyak Bank yang bertaraf nasional skarang belomba-lomba alih syistem, bahkan sekarang disejajarkan dengan pasar mikro. Hal tersebut lebih bersumber pada struktur ekonomi asli pedesaan yang menjanjikan. Itu artinya apa ? terbukanya peluang bagi tegaknya sistem ekonomi syari’ah di bumi indonesia. seyogianya kita harus bersyukur, berbagai elemen termasuk MUI, MES (masyarakat Ekonomi Syari’ah) atau masyarakat madani memiliki komitmen besar untuk mengawal ekonomi syari’ah, serta menyuarakan keadilan dan kesejahteraan ekonomi bagi semua lapisan masyarakat. Dan Begitu tingginya komitmen itu, sehingga sejumlah perguruan tinggi juga ramai-ramai membuka prodi (program study) ekonomi berbasis syari’ah.



Lek.jalal@gmail.com